'Notifikasi'
Rindu kembali menyeruak di sela-sela kesibukan. Adinda memeriksa ponsel yang sedari tadi diam tanpa notifikasi. Alis tipis dan dahinya sudah mulai berkerut. Sambil berdecak ringan di sela-sela hatinya yang gemuruh. Sehebat itukah notifikasi membuat dia mendadak kesal menjalani hari? Mungkin.
Dering notifikasi singkat berbunyi. Adinda dengan sigap mengusap layar dan membuka notifikasi. Andai kalian bisa melihat Adinda saat ini, pasti kalian seperti melihat pemandangan langit candek ayu. Dia tetap terlihat ayu walau sedang cemberut.
Sebuah pesan masuk, lalu dibacanya dengan senyum malu-malu.
'ADINDA'
Pada hujan yang turun semalam,
Aku titip rindu agar tersampaikan
Pada angin dingin yang berhembus
Aku titip doa pengganti peluk
Adinda...
Andai aku hujan dan kau tanah
Aku takkan menggerutu untuk jatuh berjuta kali
Karena tiap rintik yang menemuimu adalah aku
Adinda..
Aku bercerita perandaian tentang semalam
Sekarang sudah siang, Adinda..
Aku mengamatimu dari jendela
Kamu bohong. Kamu bukan sibuk dengan pekerjaanmu
Kamu sibuk memandangi layar teleponmu
Ah, sungguh lucu
Cepat, tengok di luar aku sedang menunggumu untuk makan siang
Adinda..
Jangan lupa pasang senyum manismu
Agar ada gairahku menjalani rutinitas jenuh
Aku juga tak sabar mendengarkan omelanmu
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteHahahahahhahaha apa-apaan ini. š¤£
Deletebahis siteleri
ReplyDeletehttps://bahissiteleri.io
youwin
bets10
1xbet
BQA
canlı sex hattı
ReplyDeleteheets
https://cfimi.com/
salt likit
salt likit
1ZBS